Minggu, 12 Maret 2017

pohon amperok


Amperok adalah salah satu jenis getah yang didapatkan dari jenis pohon Amperok. Amperok didapatkan dengan memanen dari getah tanaman Amperok yang masih segar. Proses untuk mendapatkan Amperok seperti proses untuk menyadap getah pada pohon karet. Amperok menjadi sisa buangan yang sering disebut dengan istilah resin. Amperok sendiri dapat tumbuh dari berbagai jenis kayu yang telah mengalami kerusakan. Salah satu potensi Amperok paling besar banyak didapatkan dari daerah Maluku.
Karakteristik Pohon Amperok
Amperok termasuk dalam kelompok tanaman Gymnospermae. Ini adalah salah satu tanaman asli Indonesia. tanaman ini menghasilkan getah khusus yang sering disebut dengan nama Amperok. Karakter pohon Amperok memiliki batang pohon dengan ukuran bisa mencapai lebih dari 50 meter. Ukuran diamates pohon Amperok bisa mencapai lebih dari 1 meter.
Bagian luar kayu akan ditumbuhi oleh berbagai jenis pegagan dengan warna yang lebih tua. Daun pohon Amperok memiliki karakter bentuk lonjong dan meruncing pada bagian ujung kecil dengan ukuran sekitar 2 sampai 8 cm. pohon ini juga menghasilkan biji dengan ukuran sekitar 7-9 cm untuk diameter.
Kandungan Kimiawi Amperok
Amperok juga mengandung berbagai senyawa unsur kimiawi yang memiliki peran penting dalam fungsinya. Jenis senyawa yang ditemukan dalam Amperok adalah seperti kandungan asam resinat, alkohol kompleks, balsam dan resen. Semua kandungan kimiawi ini akan keluar selama proses pengolahan. Amperok memiliki bentuk yang keras, bening seperti plastik, mudah meleleh dan lengket. Selain itu Amperok juga mudah mengalami penguapan, tidak mengandung asam lemak, dan banyak mengandung zat karbon atau zat buangan. Amperok dalam industri sering dikelompokkan sesuai jenisnya seperti lateks, resin, oleoresin, gumresin dan balsem.
Manfaat Amperok
Amperok atau resin bagi sebagian orang adalah salah satu zat asing yang mungkin pemakaiannya tidak bisa disadari secara langsung. Pada dasarnya ada dua jenis resin yang dihasilkan dari pohon Amperok, yaitu jenis resin yang padat dan cair. Resin padat sebenarnya berasal dari resin cair yang telah menguap. Resin padat tidak memiliki aroma yang khas seperti jenis resin cair. Dibawah ini adalah beberapa manfaat Amperok.
1. Menjadi Bahan Kertas dan Kontruksi Rumah
Kayu yang dihasilkan oleh pohon Amperok bisa digunakan sebagai salah satu bahan untuk menghasilkan pulp atau bubuk kertas. Kayu dari pohon Amperok memiliki sifat dan karakter yang bisa menghasilkan bubuk kertas berkualitas. Bahkan jenis bubuk kertas yang dihasilkan dari pohon Amperok memiliki tingkat ketahanan yang tinggi. kayu Amperok juga banyak dimanfaat untuk bahan membuat kontruksi rumah.
2. Menjadi Produk Industri
Amperok juga banyak dijadikan tanamam pertanian untuk diambil getahnya. Getah Amperok akan diambil seperti proses penyadapan getah karet. Getah akan dibiarkan menumpuk dan mengering pada tempat khusus. Luka sayatan untuk mengeluarkan getah akan dibuat setiap pagi hari setelah pohon siap panen getahnya. Setelah itu getah yang telah mengering akan diambil dari tempatnya secara berkala. Resin yang dihasilkan dari pengolahan getah banyak digunakan untuk membuat berbagai produk lapisan plastik, tektil, cat, tinta, bahan plester dan korep api.
3. Tanaman Penghijauan
Pohon kayu Amperok juga banyak dijadikan tanaman penghijaun di kota-kota besar seperti Jakata dan Bogor. Pohon Amperok memiliki karakter pohon yang mudah ditemukan dan bisa ditanam dimana saja. Selain itu ukuran pohon yang sudah besar biasanya bisa melindungi kerusakan tanah dan mencegah kelangkaan air tanah.
4. Menjadi Bahan Obat-obatan
Amperok atau resin yang didapatkan dari getah yang sudah mengeras juga dikembangkan menjadi obat untuk penyakit gangguan memori. Amerika menjadi salah satu peneliti yang mengambil subjek pengobatan dengan Amperok. Getah Amperok memiliki salah satu jenis enzim yang bisa menjadi perantara untuk memperbaiki memori dan meningkatkan rasa nyaman untuk penderita penyakit gangguan memori.
5. Obat untuk HIV
Getah dari pohon Amperok juga mengandung salah satu senyawa aktif yang disebut dengan amentoflavon. Senyawa ini memberikan pengaruh yang sangat besar bagi penyakit HIV. Infeksi virus ini bisa dikendalikan dengan konsumsi obat yang mengandung amentoflavon. Senyawa ini hanya bisa ditemukan dalam pohon Amperok sehingga getah Amperok bisa menjadi obat yang sangat ampuh.
6. Bahan Bakar Lampu
Pada jaman dahulu getah Amperok juga bisa menjadi salah satu bahan bakar pengganti. Getah Amperok bisa menghasilkan senyawa kimia yang menghantarkan panas seperti jenis bahan bakar lain. Bukan tidak mungkin suatu saat bisa tercipta bahan bakar dari resin atau Amperok.
7. Resin Aromatik
Jenis recin cair banyak digunakan sebagai salah satu komponen resin aromatik. Produk ini bisa dijadikan untuk membuat obat khusus untuk mencegah nyamuk, obat – obatan untuk jamur dan berbagai jenis produk lain.
8. Obat Tradisional
Pada jaman dahulu orang tua sering memakai Amperok sebagai tanaman obat untuk mengatasi berbagai jenis penyakit seperti luka, nanah, sakit gigim sakit bisul, masalah pada telinga dan juga sakit mata. Hingga sekarang komponen senyawa aromatik yang khas dari Amperok masih dikembangkan sebagai obat-obatan termasuk obat untuk penyakit herpes.
9. Bahan Pewarna Alami
Resin atau getah Amperok juga banyak digunakan sebagai salah satu bahan pewarna alami. Batik tradisional sering memakai bahan Amperok untuk obat warna atau memperkuat garis warna. Resin atau Amperok juga banyak diserap industri untuk membuat cat, lilin dan berbagai bahan pewarna lain.
Keuntungan Memakai Amperok
Amperok atau resin yang didapatkan dari pohon Amperok memang memiliki manfaat yang sangat besar untuk industri. Resin atau Amperok banyak digunakan sebagai bahan industri termasuk zat pewarna dan berbagai jenis obat-obatan. Berikut ini adalah beberapa keuntungan dalam pengelolaan bahan baku Amperok atau resin.
1.     Pada dasarnya resin adalah bahan yang sangat aman untuk lingkungan. Zat buangan dari hasil pengolahan resin tidak berdampak pada lingkungan dan mudah dikendalikan.
2.     Biaya industri untuk pengolahan Amperok atau resin termasuk dalam biaya yang rendah sehingga bisa mendukung perkembangan industri.
3.     Sifat kimia dan mekanik yang ditemukan pada bahan Amperok juga sangat menguntungkan untuk lingkungan sehingga bisa dikembangkan.
4.     Resin atau Amperok masih bisa dikembangkan menjadi berbagai jenis obat-obatan yang bermanfaat untuk manusia.



pohon semantok


Semantok adalah salah satu jenis getah yang didapatkan dari jenis pohon Semantok. Semantok didapatkan dengan memanen dari getah tanaman Semantok yang masih segar. Proses untuk mendapatkan Semantok seperti proses untuk menyadap getah pada pohon karet. Semantok menjadi sisa buangan yang sering disebut dengan istilah resin. Semantok sendiri dapat tumbuh dari berbagai jenis kayu yang telah mengalami kerusakan. Salah satu potensi Semantok paling besar banyak didapatkan dari daerah Maluku.
Karakteristik Pohon Semantok
Semantok termasuk dalam kelompok tanaman Gymnospermae. Ini adalah salah satu tanaman asli Indonesia. tanaman ini menghasilkan getah khusus yang sering disebut dengan nama Semantok. Karakter pohon Semantok memiliki batang pohon dengan ukuran bisa mencapai lebih dari 50 meter. Ukuran diamates pohon Semantok bisa mencapai lebih dari 1 meter.
Bagian luar kayu akan ditumbuhi oleh berbagai jenis pegagan dengan warna yang lebih tua. Daun pohon Semantok memiliki karakter bentuk lonjong dan meruncing pada bagian ujung kecil dengan ukuran sekitar 2 sampai 8 cm. pohon ini juga menghasilkan biji dengan ukuran sekitar 7-9 cm untuk diameter.
Kandungan Kimiawi Semantok
Semantok juga mengandung berbagai senyawa unsur kimiawi yang memiliki peran penting dalam fungsinya. Jenis senyawa yang ditemukan dalam Semantok adalah seperti kandungan asam resinat, alkohol kompleks, balsam dan resen. Semua kandungan kimiawi ini akan keluar selama proses pengolahan. Semantok memiliki bentuk yang keras, bening seperti plastik, mudah meleleh dan lengket. Selain itu Semantok juga mudah mengalami penguapan, tidak mengandung asam lemak, dan banyak mengandung zat karbon atau zat buangan. Semantok dalam industri sering dikelompokkan sesuai jenisnya seperti lateks, resin, oleoresin, gumresin dan balsem.
Manfaat Semantok
Semantok atau resin bagi sebagian orang adalah salah satu zat asing yang mungkin pemakaiannya tidak bisa disadari secara langsung. Pada dasarnya ada dua jenis resin yang dihasilkan dari pohon Semantok, yaitu jenis resin yang padat dan cair. Resin padat sebenarnya berasal dari resin cair yang telah menguap. Resin padat tidak memiliki aroma yang khas seperti jenis resin cair. Dibawah ini adalah beberapa manfaat Semantok.
1. Menjadi Bahan Kertas dan Kontruksi Rumah
Kayu yang dihasilkan oleh pohon Semantok bisa digunakan sebagai salah satu bahan untuk menghasilkan pulp atau bubuk kertas. Kayu dari pohon Semantok memiliki sifat dan karakter yang bisa menghasilkan bubuk kertas berkualitas. Bahkan jenis bubuk kertas yang dihasilkan dari pohon Semantok memiliki tingkat ketahanan yang tinggi. kayu Semantok juga banyak dimanfaat untuk bahan membuat kontruksi rumah.
2. Menjadi Produk Industri
Semantok juga banyak dijadikan tanamam pertanian untuk diambil getahnya. Getah Semantok akan diambil seperti proses penyadapan getah karet. Getah akan dibiarkan menumpuk dan mengering pada tempat khusus. Luka sayatan untuk mengeluarkan getah akan dibuat setiap pagi hari setelah pohon siap panen getahnya. Setelah itu getah yang telah mengering akan diambil dari tempatnya secara berkala. Resin yang dihasilkan dari pengolahan getah banyak digunakan untuk membuat berbagai produk lapisan plastik, tektil, cat, tinta, bahan plester dan korep api.
3. Tanaman Penghijauan
Pohon kayu Semantok juga banyak dijadikan tanaman penghijaun di kota-kota besar seperti Jakata dan Bogor. Pohon Semantok memiliki karakter pohon yang mudah ditemukan dan bisa ditanam dimana saja. Selain itu ukuran pohon yang sudah besar biasanya bisa melindungi kerusakan tanah dan mencegah kelangkaan air tanah.
4. Menjadi Bahan Obat-obatan
Semantok atau resin yang didapatkan dari getah yang sudah mengeras juga dikembangkan menjadi obat untuk penyakit gangguan memori. Amerika menjadi salah satu peneliti yang mengambil subjek pengobatan dengan Semantok. Getah Semantok memiliki salah satu jenis enzim yang bisa menjadi perantara untuk memperbaiki memori dan meningkatkan rasa nyaman untuk penderita penyakit gangguan memori.
5. Obat untuk HIV
Getah dari pohon Semantok juga mengandung salah satu senyawa aktif yang disebut dengan amentoflavon. Senyawa ini memberikan pengaruh yang sangat besar bagi penyakit HIV. Infeksi virus ini bisa dikendalikan dengan konsumsi obat yang mengandung amentoflavon. Senyawa ini hanya bisa ditemukan dalam pohon Semantok sehingga getah Semantok bisa menjadi obat yang sangat ampuh.
6. Bahan Bakar Lampu
Pada jaman dahulu getah Semantok juga bisa menjadi salah satu bahan bakar pengganti. Getah Semantok bisa menghasilkan senyawa kimia yang menghantarkan panas seperti jenis bahan bakar lain. Bukan tidak mungkin suatu saat bisa tercipta bahan bakar dari resin atau Semantok.
7. Resin Aromatik
Jenis recin cair banyak digunakan sebagai salah satu komponen resin aromatik. Produk ini bisa dijadikan untuk membuat obat khusus untuk mencegah nyamuk, obat – obatan untuk jamur dan berbagai jenis produk lain.
8. Obat Tradisional
Pada jaman dahulu orang tua sering memakai Semantok sebagai tanaman obat untuk mengatasi berbagai jenis penyakit seperti luka, nanah, sakit gigim sakit bisul, masalah pada telinga dan juga sakit mata. Hingga sekarang komponen senyawa aromatik yang khas dari Semantok masih dikembangkan sebagai obat-obatan termasuk obat untuk penyakit herpes.
9. Bahan Pewarna Alami
Resin atau getah Semantok juga banyak digunakan sebagai salah satu bahan pewarna alami. Batik tradisional sering memakai bahan Semantok untuk obat warna atau memperkuat garis warna. Resin atau Semantok juga banyak diserap industri untuk membuat cat, lilin dan berbagai bahan pewarna lain.
Keuntungan Memakai Semantok
Semantok atau resin yang didapatkan dari pohon Semantok memang memiliki manfaat yang sangat besar untuk industri. Resin atau Semantok banyak digunakan sebagai bahan industri termasuk zat pewarna dan berbagai jenis obat-obatan. Berikut ini adalah beberapa keuntungan dalam pengelolaan bahan baku Semantok atau resin.
1.     Pada dasarnya resin adalah bahan yang sangat aman untuk lingkungan. Zat buangan dari hasil pengolahan resin tidak berdampak pada lingkungan dan mudah dikendalikan.
2.     Biaya industri untuk pengolahan Semantok atau resin termasuk dalam biaya yang rendah sehingga bisa mendukung perkembangan industri.
3.     Sifat kimia dan mekanik yang ditemukan pada bahan Semantok juga sangat menguntungkan untuk lingkungan sehingga bisa dikembangkan.
4.     Resin atau Semantok masih bisa dikembangkan menjadi berbagai jenis obat-obatan yang bermanfaat untuk manusia.



pohon damar laut


Damar laut adalah salah satu jenis getah yang didapatkan dari jenis pohon Damar laut. Damar laut didapatkan dengan memanen dari getah tanaman Damar laut yang masih segar. Proses untuk mendapatkan Damar laut seperti proses untuk menyadap getah pada pohon karet. Damar laut menjadi sisa buangan yang sering disebut dengan istilah resin. Damar laut sendiri dapat tumbuh dari berbagai jenis kayu yang telah mengalami kerusakan. Salah satu potensi Damar laut paling besar banyak didapatkan dari daerah Maluku.
Karakteristik Pohon Damar laut
Damar laut termasuk dalam kelompok tanaman Gymnospermae. Ini adalah salah satu tanaman asli Indonesia. tanaman ini menghasilkan getah khusus yang sering disebut dengan nama Damar laut. Karakter pohon Damar laut memiliki batang pohon dengan ukuran bisa mencapai lebih dari 50 meter. Ukuran diamates pohon Damar laut bisa mencapai lebih dari 1 meter.
Bagian luar kayu akan ditumbuhi oleh berbagai jenis pegagan dengan warna yang lebih tua. Daun pohon Damar laut memiliki karakter bentuk lonjong dan meruncing pada bagian ujung kecil dengan ukuran sekitar 2 sampai 8 cm. pohon ini juga menghasilkan biji dengan ukuran sekitar 7-9 cm untuk diameter.
Kandungan Kimiawi Damar laut
Damar laut juga mengandung berbagai senyawa unsur kimiawi yang memiliki peran penting dalam fungsinya. Jenis senyawa yang ditemukan dalam Damar laut adalah seperti kandungan asam resinat, alkohol kompleks, balsam dan resen. Semua kandungan kimiawi ini akan keluar selama proses pengolahan. Damar laut memiliki bentuk yang keras, bening seperti plastik, mudah meleleh dan lengket. Selain itu Damar laut juga mudah mengalami penguapan, tidak mengandung asam lemak, dan banyak mengandung zat karbon atau zat buangan. Damar laut dalam industri sering dikelompokkan sesuai jenisnya seperti lateks, resin, oleoresin, gumresin dan balsem.
Manfaat Damar laut
Damar laut atau resin bagi sebagian orang adalah salah satu zat asing yang mungkin pemakaiannya tidak bisa disadari secara langsung. Pada dasarnya ada dua jenis resin yang dihasilkan dari pohon Damar laut, yaitu jenis resin yang padat dan cair. Resin padat sebenarnya berasal dari resin cair yang telah menguap. Resin padat tidak memiliki aroma yang khas seperti jenis resin cair. Dibawah ini adalah beberapa manfaat Damar laut.
1. Menjadi Bahan Kertas dan Kontruksi Rumah
Kayu yang dihasilkan oleh pohon Damar laut bisa digunakan sebagai salah satu bahan untuk menghasilkan pulp atau bubuk kertas. Kayu dari pohon Damar laut memiliki sifat dan karakter yang bisa menghasilkan bubuk kertas berkualitas. Bahkan jenis bubuk kertas yang dihasilkan dari pohon Damar laut memiliki tingkat ketahanan yang tinggi. kayu Damar laut juga banyak dimanfaat untuk bahan membuat kontruksi rumah.
2. Menjadi Produk Industri
Damar laut juga banyak dijadikan tanamam pertanian untuk diambil getahnya. Getah Damar laut akan diambil seperti proses penyadapan getah karet. Getah akan dibiarkan menumpuk dan mengering pada tempat khusus. Luka sayatan untuk mengeluarkan getah akan dibuat setiap pagi hari setelah pohon siap panen getahnya. Setelah itu getah yang telah mengering akan diambil dari tempatnya secara berkala. Resin yang dihasilkan dari pengolahan getah banyak digunakan untuk membuat berbagai produk lapisan plastik, tektil, cat, tinta, bahan plester dan korep api.
3. Tanaman Penghijauan
Pohon kayu Damar laut juga banyak dijadikan tanaman penghijaun di kota-kota besar seperti Jakata dan Bogor. Pohon Damar laut memiliki karakter pohon yang mudah ditemukan dan bisa ditanam dimana saja. Selain itu ukuran pohon yang sudah besar biasanya bisa melindungi kerusakan tanah dan mencegah kelangkaan air tanah.
4. Menjadi Bahan Obat-obatan
Damar laut atau resin yang didapatkan dari getah yang sudah mengeras juga dikembangkan menjadi obat untuk penyakit gangguan memori. Amerika menjadi salah satu peneliti yang mengambil subjek pengobatan dengan Damar laut. Getah Damar laut memiliki salah satu jenis enzim yang bisa menjadi perantara untuk memperbaiki memori dan meningkatkan rasa nyaman untuk penderita penyakit gangguan memori.
5. Obat untuk HIV
Getah dari pohon Damar laut juga mengandung salah satu senyawa aktif yang disebut dengan amentoflavon. Senyawa ini memberikan pengaruh yang sangat besar bagi penyakit HIV. Infeksi virus ini bisa dikendalikan dengan konsumsi obat yang mengandung amentoflavon. Senyawa ini hanya bisa ditemukan dalam pohon Damar laut sehingga getah Damar laut bisa menjadi obat yang sangat ampuh.
6. Bahan Bakar Lampu
Pada jaman dahulu getah Damar laut juga bisa menjadi salah satu bahan bakar pengganti. Getah Damar laut bisa menghasilkan senyawa kimia yang menghantarkan panas seperti jenis bahan bakar lain. Bukan tidak mungkin suatu saat bisa tercipta bahan bakar dari resin atau Damar laut.
7. Resin Aromatik
Jenis recin cair banyak digunakan sebagai salah satu komponen resin aromatik. Produk ini bisa dijadikan untuk membuat obat khusus untuk mencegah nyamuk, obat – obatan untuk jamur dan berbagai jenis produk lain.
8. Obat Tradisional
Pada jaman dahulu orang tua sering memakai Damar laut sebagai tanaman obat untuk mengatasi berbagai jenis penyakit seperti luka, nanah, sakit gigim sakit bisul, masalah pada telinga dan juga sakit mata. Hingga sekarang komponen senyawa aromatik yang khas dari Damar laut masih dikembangkan sebagai obat-obatan termasuk obat untuk penyakit herpes.
9. Bahan Pewarna Alami
Resin atau getah Damar laut juga banyak digunakan sebagai salah satu bahan pewarna alami. Batik tradisional sering memakai bahan Damar laut untuk obat warna atau memperkuat garis warna. Resin atau Damar laut juga banyak diserap industri untuk membuat cat, lilin dan berbagai bahan pewarna lain.
Keuntungan Memakai Damar laut
Damar laut atau resin yang didapatkan dari pohon Damar laut memang memiliki manfaat yang sangat besar untuk industri. Resin atau Damar laut banyak digunakan sebagai bahan industri termasuk zat pewarna dan berbagai jenis obat-obatan. Berikut ini adalah beberapa keuntungan dalam pengelolaan bahan baku Damar laut atau resin.
1.     Pada dasarnya resin adalah bahan yang sangat aman untuk lingkungan. Zat buangan dari hasil pengolahan resin tidak berdampak pada lingkungan dan mudah dikendalikan.
2.     Biaya industri untuk pengolahan Damar laut atau resin termasuk dalam biaya yang rendah sehingga bisa mendukung perkembangan industri.
3.     Sifat kimia dan mekanik yang ditemukan pada bahan Damar laut juga sangat menguntungkan untuk lingkungan sehingga bisa dikembangkan.
4.     Resin atau Damar laut masih bisa dikembangkan menjadi berbagai jenis obat-obatan yang bermanfaat untuk manusia.


pohon damar sigi


DAMAR SIGI  merupakan hasil hutan non kayu, yang banyak ditemukan di hutan Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Selama ini, masyarakat memanfaatkan damar sigi  untuk bahan vernis, bahan dasar pembuatan perahu hingga dijadikan bahan pembungkus kabel.

Nilai Ekonomis Tinggi
Sebenarnya damar sigi  merupakan getah dari senyawa polysacarida yang dihasilkan pohon dari genus seperti hopea, balonocarpus, vatica, canoriurn dan agathis yang selama ini tumbuh di daerah yang memiliki ketinggian minimal 300 meter sampai 1.500 meter diatas permukaan laut. Kecuali untuk pohon dari genus bornesis, yang dapat tumbuh di tanah berpasir di ketinggian 0-50 meter diatas permukaan laut.

Menurut sejarah, damar sigi  merupakan produk hutan non kayu yang diperdagangkan sebelum perang dunia kedua, dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Indonesia memiliki 115 spesies pohon dan tujuh di antaranya menghasilkan damar sigi .

Dua Macam Damar sigi
Ada dua macam damar sigi  yang dikenal masyarakat umum, pertama adalah damar sigi  batu, yaitu damar sigi  bermutu rendah berwarna coklat kehitaman, yang keluar dengan sendirinya dari pohon yang terluka.  Gumpalan-gumpalan besar yang jatuh dari kulit pohon dapat dikumpulkan dengan menggali tanah di sekeliling pohon. Di seputar pohon-pohon penghasil yang tua biasanya terdapat banyak sekali damar sigi  batu.

Kedua, adalah damar sigi  mata kucing, yaitu damar sigi  yang bening atau kekuningan yang bermutu tinggi, sebanding dengan kopal, yang dipanen dengan cara melukai kulit pohon. Sekitar 40 spesies dari genus Shorea dan Hopea menghasilkan damar sigi  mata kucing, di antaranya yang terbaik adalah Shorea javanica dan Hopea dryobalanoides. Rata-rata pohon damar sigi  tumbuh di hutan primer dengan tinggi ratarata 50 meter, dengan diameter dua meter.

Penyadapan Damar sigi
Untuk mendapatkan getah damar sigi , dibutuhkan proses dan peralatan. Penyadapan damar sigi  dilakukan dengan cara membuat beberapa buah lubang sadap pada batang pohon dalam bentuk segitiga dan disusun secara vertikal (arah ke atas) maupun secara horisontal (arah ke samping).
Tujuan dari penyadapan damar sigi  adalah membuka saluran damar sigi  sehingga damar sigi  keluar dari pohon. Makin besar dan makin banyak jumlah lubang sadap, maka makin banyak jumlah damar sigi  yang keluar dari batang pohon. Tetapi konsekuensinya, bila luka pohon terlalu banyak, maka daya tumbuh pohon akan terganggu sehingga pohon hidup merana atau bahkan menjadi tumbang.
Pohon damar sigi  mulai disadap pada umur ±-20 tahun atau apabila diameter batang telah mencapai 25 cm. Sebelum penyadapan dilaksanakan. kulit batang pohon damar sigi  yang akan disadap dibersihkan terlebih dahulu dengan cara dikerik, agar di sekitar lubang sadap yang akan dibuat bebas dari kotoran atau tatal kayu yang mungkin akan mengotori getah/resin yang keluar.

Teknik Penyadapan
Setelah pembersihan kulit batang selesai, kemudian dilakukan penyadapan yaitu dengan membuat luka/lubang berbentuk segitiga pada kulit batang, dengan posisi lubang sadap pertama berada sekitar 50 cm di atas permukaan tanah. Ukuran lebar lubang sadap pertama/ muda yang dibuat adalah sekitar 3 cm (tergantung dari lebar mata pisau dari kapak parit yang digunakan) dengan ke dalam setebal kulit batang atau sampai batas kambium (sekitar 2 – 2,5 cm).
Jumlah lubang yang dibuat pada batang pohon yang baru pertama kali disadap (diameter batang sekitar 25 cm) biasanya sebanyak 2 – 4 tempat yang disusun berderet ke atas dalam satu jalur, dengan jarak antar luka sadap dalam jalur vertikal sekitar 40 Cm.
Ukuran lebar lubang sadap akan bertambah besar seiring dengan seringnya batang pohon disadap.  Selain itu jumlah lubang dan jalur sadap akan bertambah pula sejalan dengan bertambahnya ukuran diameter batang pohon yang disadap. Jumlah jalur sadap pada pohon dengan diameter batang 60 – 30 cm adalah sebanyak 4-5 buah, dengan jumlah lubang sadap setiap jalur sebanyak 9 – 11 lubang.
Beberapa saat setelah kulit batang disadap getah akan keluar, dan getah dibiarkan mengalir dan terkumpul di dalam lubang sadap hingga mengering. Setelah getah damar sigi  mengering kemudian damar sigi  dipanen/dikumpulkan.

Periode Pemanenan
Periode pemanenan getah biasanya sekitar dua minggu sampai satu bulan setelah penyadapan. Cara pemanenan atau pengumpulan getah dari lubang sadap adalah dengan mengeluarkan/mengorek damar sigi  dari lubang sadap menggunakan kapak patil. Kemudian ditampung ke dalam tembilung. Setelah semua getah dalam lubang sadap terkumpul dalam tembilung, lubang sadap dibersihkan dari sisa-sisa getah yang mengering dan selanjutnya dilakukan pembaruan luka sadap. Pembaruan luka sadap dilaksanakan dengan membuang atau menyayat beberapa milimeter kulit batang dari tepi lubang sadap sebelumnya.

Pengumpulan getah dari lubang sedap yang tinggi (tidak terjangkau lagi oleh tangan penyedap) dilakukan dengan cara memanjat pohon dengan menggunakan bantuan alit yang dililitkan pada batang pohon dan tubuh penyadap. Setelah semua damar sigi  dalam satu pohon yang dipanen tertampung dalam tembilung, kemudian dimasukkan ke dalam babalang untuk selanjutnya diangkut ke tempat pengumpulan.



damar bindang


DAMAR BINDANG merupakan hasil hutan non kayu, yang banyak ditemukan di hutan Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Selama ini, masyarakat memanfaatkan damar bindang untuk bahan vernis, bahan dasar pembuatan perahu hingga dijadikan bahan pembungkus kabel.

Nilai Ekonomis Tinggi
Sebenarnya damar bindang merupakan getah dari senyawa polysacarida yang dihasilkan pohon dari genus seperti hopea, balonocarpus, vatica, canoriurn dan agathis yang selama ini tumbuh di daerah yang memiliki ketinggian minimal 300 meter sampai 1.500 meter diatas permukaan laut. Kecuali untuk pohon dari genus bornesis, yang dapat tumbuh di tanah berpasir di ketinggian 0-50 meter diatas permukaan laut.

Menurut sejarah, damar bindang merupakan produk hutan non kayu yang diperdagangkan sebelum perang dunia kedua, dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Indonesia memiliki 115 spesies pohon dan tujuh di antaranya menghasilkan damar bindang.

Dua Macam Damar bindang
Ada dua macam damar bindang yang dikenal masyarakat umum, pertama adalah damar bindang batu, yaitu damar bindang bermutu rendah berwarna coklat kehitaman, yang keluar dengan sendirinya dari pohon yang terluka.  Gumpalan-gumpalan besar yang jatuh dari kulit pohon dapat dikumpulkan dengan menggali tanah di sekeliling pohon. Di seputar pohon-pohon penghasil yang tua biasanya terdapat banyak sekali damar bindang batu.

Kedua, adalah damar bindang mata kucing, yaitu damar bindang yang bening atau kekuningan yang bermutu tinggi, sebanding dengan kopal, yang dipanen dengan cara melukai kulit pohon. Sekitar 40 spesies dari genus Shorea dan Hopea menghasilkan damar bindang mata kucing, di antaranya yang terbaik adalah Shorea javanica dan Hopea dryobalanoides. Rata-rata pohon damar bindang tumbuh di hutan primer dengan tinggi ratarata 50 meter, dengan diameter dua meter.

Penyadapan Damar bindang
Untuk mendapatkan getah damar bindang, dibutuhkan proses dan peralatan. Penyadapan damar bindang dilakukan dengan cara membuat beberapa buah lubang sadap pada batang pohon dalam bentuk segitiga dan disusun secara vertikal (arah ke atas) maupun secara horisontal (arah ke samping).
Tujuan dari penyadapan damar bindang adalah membuka saluran damar bindang sehingga damar bindang keluar dari pohon. Makin besar dan makin banyak jumlah lubang sadap, maka makin banyak jumlah damar bindang yang keluar dari batang pohon. Tetapi konsekuensinya, bila luka pohon terlalu banyak, maka daya tumbuh pohon akan terganggu sehingga pohon hidup merana atau bahkan menjadi tumbang.
Pohon damar bindang mulai disadap pada umur ±-20 tahun atau apabila diameter batang telah mencapai 25 cm. Sebelum penyadapan dilaksanakan. kulit batang pohon damar bindang yang akan disadap dibersihkan terlebih dahulu dengan cara dikerik, agar di sekitar lubang sadap yang akan dibuat bebas dari kotoran atau tatal kayu yang mungkin akan mengotori getah/resin yang keluar.

Teknik Penyadapan
Setelah pembersihan kulit batang selesai, kemudian dilakukan penyadapan yaitu dengan membuat luka/lubang berbentuk segitiga pada kulit batang, dengan posisi lubang sadap pertama berada sekitar 50 cm di atas permukaan tanah. Ukuran lebar lubang sadap pertama/ muda yang dibuat adalah sekitar 3 cm (tergantung dari lebar mata pisau dari kapak parit yang digunakan) dengan ke dalam setebal kulit batang atau sampai batas kambium (sekitar 2 – 2,5 cm).
Jumlah lubang yang dibuat pada batang pohon yang baru pertama kali disadap (diameter batang sekitar 25 cm) biasanya sebanyak 2 – 4 tempat yang disusun berderet ke atas dalam satu jalur, dengan jarak antar luka sadap dalam jalur vertikal sekitar 40 Cm.
Ukuran lebar lubang sadap akan bertambah besar seiring dengan seringnya batang pohon disadap.  Selain itu jumlah lubang dan jalur sadap akan bertambah pula sejalan dengan bertambahnya ukuran diameter batang pohon yang disadap. Jumlah jalur sadap pada pohon dengan diameter batang 60 – 30 cm adalah sebanyak 4-5 buah, dengan jumlah lubang sadap setiap jalur sebanyak 9 – 11 lubang.
Beberapa saat setelah kulit batang disadap getah akan keluar, dan getah dibiarkan mengalir dan terkumpul di dalam lubang sadap hingga mengering. Setelah getah damar bindang mengering kemudian damar bindang dipanen/dikumpulkan.

Periode Pemanenan
Periode pemanenan getah biasanya sekitar dua minggu sampai satu bulan setelah penyadapan. Cara pemanenan atau pengumpulan getah dari lubang sadap adalah dengan mengeluarkan/mengorek damar bindang dari lubang sadap menggunakan kapak patil. Kemudian ditampung ke dalam tembilung. Setelah semua getah dalam lubang sadap terkumpul dalam tembilung, lubang sadap dibersihkan dari sisa-sisa getah yang mengering dan selanjutnya dilakukan pembaruan luka sadap. Pembaruan luka sadap dilaksanakan dengan membuang atau menyayat beberapa milimeter kulit batang dari tepi lubang sadap sebelumnya.

Pengumpulan getah dari lubang sedap yang tinggi (tidak terjangkau lagi oleh tangan penyedap) dilakukan dengan cara memanjat pohon dengan menggunakan bantuan alit yang dililitkan pada batang pohon dan tubuh penyadap. Setelah semua damar bindang dalam satu pohon yang dipanen tertampung dalam tembilung, kemudian dimasukkan ke dalam babalang untuk selanjutnya diangkut ke tempat pengumpulan.



pohon dama


DAMA merupakan hasil hutan non kayu, yang banyak ditemukan di hutan Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Selama ini, masyarakat memanfaatkan dama untuk bahan vernis, bahan dasar pembuatan perahu hingga dijadikan bahan pembungkus kabel.

Nilai Ekonomis Tinggi
Sebenarnya dama merupakan getah dari senyawa polysacarida yang dihasilkan pohon dari genus seperti hopea, balonocarpus, vatica, canoriurn dan agathis yang selama ini tumbuh di daerah yang memiliki ketinggian minimal 300 meter sampai 1.500 meter diatas permukaan laut. Kecuali untuk pohon dari genus bornesis, yang dapat tumbuh di tanah berpasir di ketinggian 0-50 meter diatas permukaan laut.

Menurut sejarah, dama merupakan produk hutan non kayu yang diperdagangkan sebelum perang dunia kedua, dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Indonesia memiliki 115 spesies pohon dan tujuh di antaranya menghasilkan dama.

Dua Macam Dama
Ada dua macam dama yang dikenal masyarakat umum, pertama adalah dama batu, yaitu dama bermutu rendah berwarna coklat kehitaman, yang keluar dengan sendirinya dari pohon yang terluka.  Gumpalan-gumpalan besar yang jatuh dari kulit pohon dapat dikumpulkan dengan menggali tanah di sekeliling pohon. Di seputar pohon-pohon penghasil yang tua biasanya terdapat banyak sekali dama batu.

Kedua, adalah dama mata kucing, yaitu dama yang bening atau kekuningan yang bermutu tinggi, sebanding dengan kopal, yang dipanen dengan cara melukai kulit pohon. Sekitar 40 spesies dari genus Shorea dan Hopea menghasilkan dama mata kucing, di antaranya yang terbaik adalah Shorea javanica dan Hopea dryobalanoides. Rata-rata pohon dama tumbuh di hutan primer dengan tinggi ratarata 50 meter, dengan diameter dua meter.

Penyadapan Dama
Untuk mendapatkan getah dama, dibutuhkan proses dan peralatan. Penyadapan dama dilakukan dengan cara membuat beberapa buah lubang sadap pada batang pohon dalam bentuk segitiga dan disusun secara vertikal (arah ke atas) maupun secara horisontal (arah ke samping).
Tujuan dari penyadapan dama adalah membuka saluran dama sehingga dama keluar dari pohon. Makin besar dan makin banyak jumlah lubang sadap, maka makin banyak jumlah dama yang keluar dari batang pohon. Tetapi konsekuensinya, bila luka pohon terlalu banyak, maka daya tumbuh pohon akan terganggu sehingga pohon hidup merana atau bahkan menjadi tumbang.
Pohon dama mulai disadap pada umur ±-20 tahun atau apabila diameter batang telah mencapai 25 cm. Sebelum penyadapan dilaksanakan. kulit batang pohon dama yang akan disadap dibersihkan terlebih dahulu dengan cara dikerik, agar di sekitar lubang sadap yang akan dibuat bebas dari kotoran atau tatal kayu yang mungkin akan mengotori getah/resin yang keluar.

Teknik Penyadapan
Setelah pembersihan kulit batang selesai, kemudian dilakukan penyadapan yaitu dengan membuat luka/lubang berbentuk segitiga pada kulit batang, dengan posisi lubang sadap pertama berada sekitar 50 cm di atas permukaan tanah. Ukuran lebar lubang sadap pertama/ muda yang dibuat adalah sekitar 3 cm (tergantung dari lebar mata pisau dari kapak parit yang digunakan) dengan ke dalam setebal kulit batang atau sampai batas kambium (sekitar 2 – 2,5 cm).
Jumlah lubang yang dibuat pada batang pohon yang baru pertama kali disadap (diameter batang sekitar 25 cm) biasanya sebanyak 2 – 4 tempat yang disusun berderet ke atas dalam satu jalur, dengan jarak antar luka sadap dalam jalur vertikal sekitar 40 Cm.
Ukuran lebar lubang sadap akan bertambah besar seiring dengan seringnya batang pohon disadap.  Selain itu jumlah lubang dan jalur sadap akan bertambah pula sejalan dengan bertambahnya ukuran diameter batang pohon yang disadap. Jumlah jalur sadap pada pohon dengan diameter batang 60 – 30 cm adalah sebanyak 4-5 buah, dengan jumlah lubang sadap setiap jalur sebanyak 9 – 11 lubang.
Beberapa saat setelah kulit batang disadap getah akan keluar, dan getah dibiarkan mengalir dan terkumpul di dalam lubang sadap hingga mengering. Setelah getah dama mengering kemudian dama dipanen/dikumpulkan.

Periode Pemanenan
Periode pemanenan getah biasanya sekitar dua minggu sampai satu bulan setelah penyadapan. Cara pemanenan atau pengumpulan getah dari lubang sadap adalah dengan mengeluarkan/mengorek dama dari lubang sadap menggunakan kapak patil. Kemudian ditampung ke dalam tembilung. Setelah semua getah dalam lubang sadap terkumpul dalam tembilung, lubang sadap dibersihkan dari sisa-sisa getah yang mengering dan selanjutnya dilakukan pembaruan luka sadap. Pembaruan luka sadap dilaksanakan dengan membuang atau menyayat beberapa milimeter kulit batang dari tepi lubang sadap sebelumnya.

Pengumpulan getah dari lubang sedap yang tinggi (tidak terjangkau lagi oleh tangan penyedap) dilakukan dengan cara memanjat pohon dengan menggunakan bantuan alit yang dililitkan pada batang pohon dan tubuh penyadap. Setelah semua dama dalam satu pohon yang dipanen tertampung dalam tembilung, kemudian dimasukkan ke dalam babalang untuk selanjutnya diangkut ke tempat pengumpulan.